Inilah Berbagai Latihan yang Dilakukan Oleh Atlet Menembak

Berbagai Latihan Atlet Menembak

Atlet menembak tentu memiliki kemampuan luar biasa dalam membidik sasarannya. Kemampuan tersebut berkat latihan yang tidak sembarangan.

Penasaran dengan latihan atlet menembak? Simak artikel ini lebih lanjut untuk tahu jawabannya!

Latihan-Latihan Atlet Menembak

Latihan-Latihan Atlet Menembak

Latihan atlet menembak terdiri dari teknik yang paling mendasar, teknis, fisik, mental, hingga keselamatan dan juga evaluasi. Berikut adalah detailnya:

1. Latihan Mendasar

Tentunya sebelum meraih kemampuan yang lebih, seorang atlet menembak harus belajar teknik dasar terlebih dahulu. Teknik tersebut menjadi fondasi yang harus benar-benar dikuasai sebelum atlet menjajaki latihan selanjutnya.

Teknik dasar ini terdiri dari, antara lain: memperbaiki postur tubuh agar sempurna, berlatih memegang senjata dengan benar, latihan teknik dalam membidik, atur pernapasan, dan latihan menarik pelatuk senjata sesuai timing. Latihan yang rutin dan repetitif menjadi kunci agar terjadi refleks otot.

Ada satu nomor yang disebut dengan running target. Dalam nomor ini, sasaran tembak bergerak. Dengan demikian maka dibutuhkan keterampilan yang lebih kompleks.

Atlet menembak harus fokus pada target yang bergerak tersebut. Bahkan, kadang-kadang seolah di dunia ini hanya ada dia dan targetnya saja.

2. Pelatihan Teknis

Pada jadwal latihan teknis, atlet menembak mengaplikasikan teknik dasar yang sudah dipelajari. Biasanya latihan berlangsung berjam-jam dengan berbagai sesi.

Misalnya, tim nasional untuk sesi pertama mereka latihan pada pukul 09.00-12.00. Lalu, dilanjutkan pada sesi kedua pukul 14.00-17.00. Namun, sebelum sesi latihan dimulai, biasanya atlet menembak sudah olahraga duluan.

Atlet, seperti Rica Nensi Perangin Angin, pemegang medali emas nomor running target 10 meter dalam regu putri SEA Games 2022 memulai latihannya sekitar pukul 06.00 pagi.

Ia memulainya dengan olahraga ringan. Setelah itu, baru bersiap latihan teknis. Dalam setiap latihan, skor bidikan atlet menembak akan dicatat dan kemudian dianalisis.

Biasanya pelatihan teknis juga dilakukan dengan cara melakukan simulasi pertandingan agar atlet menembak terbiasa dengan adanya tekanan dalam kompetisi.

3. Pelatihan Fisik Atlet

Olahraga menembak juga perlu kekuatan fisik yang optimal. Atlet harus menjaga kekuatan tubuh atas, seperti bahu, lengan, dan core.

Bagian tersebut amat berperan agar atlet dapat menjaga senjata tetap stabil. Biasanya atlet berlatih peregangan dan kardio yang ringan agar kelenturan dan staminanya terjaga.

Jika akan berkompetisi, latihan akan dikurangi. Tujuannya agar atlet menembak tidak kelelahan.

4. Melatih Mental Atlet

Walau fisik dan teknik sudah siap, semua bisa buyar apabila mental atlet menembak tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, atlet akan belajar untuk mengelola kecemasan, grogi, dan stres mereka. Selain itu, mereka juga belajar fokus walau berada di tengah-tengah suara menembak dan musik.

5. Melakukan Briefing Terkait Keselamatan

Briefing keselamatan akan selalu dilakukan sebelum atlet menembak melakukan latihan. Semua atlet harus paham dengan SOP penanganan senjata. Tujuannya agar mencegah terjadinya kecelakaan.

Setelah latihan, atlet menembak akan mendapatkan evaluasi detail dari pelatih. Mereka juga bersama-sama melakukan analisis terhadap kelebihan dan kekurangan dari latihan tersebut.

Skor yang sudah dicatat akan menjadi acuan untuk memperbaiki diri pada sesi berlatih selanjutnya.

Hal Penting Lain yang Harus DIpatuhi Atlet Menembak

Selain berlatih, atlet menembak harus mematuhi beberapa hal berikut agar bidikannya bisa tepat sasaran:

  1. Memastikan fisik tetap dalam kondisi yang optimal.
  2. Karena menembak berkaitan dengan senjata berbahaya yakni pistol, maka para atlet menembak harus dalam keadaan sehat baik secara jasmani maupun rohani.
  3. Berhenti merokok dan minum kopi. Mengapa? Karena keduanya bisa menyebabkan badan gemetar. Bila tangan atlet menjadi gemetar maka akan sulit tepat sasaran.
  4. Latihan dengan konsisten dan persisten.

Kini Anda sudah tidak penasaran lagi terkait porsi latihan atlet menembak. Ingin bergabung menjadi atlet menembak? Jangan ragu untuk segera mencari pelatih atau bergabung dengan klub.