Baru-baru ini timnas Indonesia gagal menuju piala dunia 2026 setelah gagal dari Arab Saudi dan Irak di babak keempat kualifikasi. Hal ini menyebabkan liga Indonesia juga menjadi sorotan publik karena tidak meningkatnya kualitas sepak bola Indonesia.
Gagalnya Indonesia untuk lolos ke piala dunia 2026, menurut penggemar bola disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari pergantian pelatih sampai strategi pertandingan yang buruk, termasuk kualitas liga sepak bola Indonesia.
Alasan Liga Indonesia Tak Kunjung Maju

Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC sudah merilis daftar peringkat liga-liga sepak bola terbaik di Asia. Peringkat tersebut dibuat berdasarkan performa klub dari masing-masing negara.
Arab Saudi menempati peringkat pertama disusul oleh Jepang dan Korea Selatan di posisi kedua dan ketiga. Meski sempat menjadi liga yang diperhitungkan di Asia, Liga Indonesia kini menempati posisi ke-25 dengan perolehan poin sebesar 18.155 poin.
Peringkat tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan liga Thailand yang berhasil menduduki posisi ke-7, Malaysia di posisi ke-10, dan Vietnam yang berada di posisi ke-14.
Liga sepak bola Indonesia sebenarnya sudah mengalami sedikit peningkatan dalam beberapa waktu terakhir namun masih perlu pengembangan yang lebih baik. Berikut beberapa alasan mengapa sepak bola Indonesia tak kunjung mengalami peningkatan secara signifikan:
1. Kualitas Liga yang Kurang
Penggemar liga Indonesia hingga saat ini masih dibilang sangat ramai. Terbukti dengan tingginya antusias penonton saat ada pertandingan sepak bola. Sayangnya pengelolaan liga sepak bola masih jauh di bawah standar internasional.
Liga sepak bola Indonesia masih terkendala dengan berbagai hal mulai dari masalah finansial sampai kepengurusan yang buruk.
Masalah finansial memberikan dampak besar terutama pada fasilitas latihan seperti lapangan dan stadion yang kurang memadai.
Klub Indonesia banyak yang belum mengarah ke industri seperti seperti klub besar di Eropa dan masih sangat bergantung dengan keuangan pemilik klub. Saat ini baru Liga 1 yang memperoleh sponsor memadai.
2. Masalah Mental Pemain
Masalah liga Indonesia juga berasal dari mental pemain yang kurang kompetitif, disiplin, dan mudah menyerah. Untuk bisa berhasil memenangkan pertandingan sepak bola, tidak cukup hanya dengan bakat saja.
Diperlukan mental pemain yang kuat, tidak mudah menyerah ketika kalah dalam pertandingan, disiplin dalam latihan, dan mampu bertahan di bawah tekanan. Sehingga perlu dilakukan pembinaan mental yang lebih baik di kalangan pemain.
Tidak hanya itu, meski banyak naturalisasi namun masih sedikit pemain yang bisa mengembangkan kemampuannya di luar negeri.
3. Pembinaan Pemain Muda Belum Maksimal
Berikutnya pembinaan calon pemain maupun pemain muda sepak bola di Indonesia masih kurang baik. Pemain-pemain sepak bola muda Indonesia masih belum memiliki jam terbang yang banyak sehingga kurang maksimal saat bertanding.
Meski terdapat beberapa akademi pelatihan sepak bola yang bagus, namun kualitas tersebut belum merata. Jumlah pelatih profesional di Indonesia juga masih terbatas dengan jumlah sekitar 7 ribu pelatih.
Jumlah tersebut dianggap terlalu kurang jika dibandingkan dengan Jepang yang memiliki sekitar 80 ribu pelatih profesional.
4. Federasi Kurang Profesional
PSSI atau Persatuan Sepakbola Indonesia masih belum profesional dalam mengembangkan sepak bola Indonesia. PSSI kebanyakan diisi oleh orang-orang tidak profesional dalam bidang sepak bola.
Masih banyak kasus suap, korupsi sampai campur tangan politik di dalam federasi yang tentu saja menyebabkan pengelolaan liga Indonesia tidak maksimal.
Diperlukan perubahan pada aspek yang masih buruk dalam liga Indonesia untuk bisa memajukan sepak bola Indonesia. Sampai saat ini masih banyak penggemar yang menyayangkan kurangnya kualitas federasi dan liga yang berimbas pada timnas Indonesia.
